Tuesday, 31 December 2013

Kem Kepemimpinan MPP

Assalamualaikum w.b.t
 Kem Kepimpinan MPP yang telah diadakan sebelum mulanya persekolahan ini untuk
memberi motivasi dan peringatan kepada semua pemimpin yang akan menerajui organinsasi sekolah bagi tahun 2014 demi Menjulangi SMKAMi.

Kem ini telah bermula pada 29 Disember 2013 sehingga 31 Disember 2013.

Majlis Perwakilan Pelajar(MPP) iaitu terdiri daripada JPP dan BADAR.


Taklimat dari KETUA WARDEN iaitu Ustaz Azhar Bin Bastani

Riadah Pagi


Riadah Pagi
  
Majils Kemuncak



Majlis Penutupan Kem MPP.


Syukran Jazilan..
 kepada semua MPP yg hadir dan Warga Warden dan guru-guru yang turut terlibat secara langsun mahupun tidak langsung dalam kem ini

Harap MPP 2014 menjadi sebuah badan yang terbaik dalam memperjuangkan ke jalan ALLAH.
InsyaAllah.

Menjulangi SMKAMi.

Kepimpinan Dalam Islam

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan dua elemen yang saling berkaitan. Artinya, kepemimpinan (style of the leader) merupakan cerminan dari karakter/perilaku pemimpinnya (leader behavior). Perpaduan atau sintesis antara “leader behavior dengan leader style” merupakan kunci keberhasilan pengelolaan organisasi; atau dalam skala yang lebih luas adalah pengelolaan daerah atau wilayah, dan bahkan Negara.
Banyak pakar manajemen yang mengemukakan pendapatnya tentang kepemimpinan. Dalam hal ini dikemukakan George R. Terry (2006 : 495), sebagai berikut: “Kepemimpinan adalah kegiatan-kegiatan untuk mempengaruhi orang orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok se
cara sukarela.”
Dari defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kepemimpinan ada keterkaitan antara pemimpin dengan berbagai kegiatan yang dihasilkan oleh pemimpin tersebut. Pemimpin adalah seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dan dapat mengarahkannya sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh seorang pemimpin, maka ia harus mempunyai kemampuan untuk mengatur lingkungan kepemimpinannya.
Kepemimpinan menurut Halpin Winer yang dikutip oleh Dadi Permadi (2000 : 35) bahwa : “Kepemimpinan yang menekankan dua dimensi perilaku pimpinan apa yang dia istilahkan “initiating structure” (memprakarsai struktur) dan “consideration” (pertimbangan). Memprakarsai struktur adalah perilaku pemimpin dalam menentukan hubungan kerja dengan bawahannya dan juga usahanya dalam membentuk pola-pola organisasi, saluran komunikasi dan prosedur kerja yang jelas. Sedangkan pertimbangan adalah perilaku pemimpin dalam menunjukkan persahabatan dan respek dalam hubungan kerja antara pemimpin dan bawahannya dalam suatu kerja.”
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan:
bahwa kepemimpinan adalah “proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.”
Dari defenisi kepemimpinan itu dapat disimpulkan bahwa proses kepemimpinan adalah fungsi pemimpin, pengikut dan variabel situasional lainnya. Perlu diperhatikan bahwa defenisi tersebut tidak menyebutkan
suatu jenis organisasi tertentu. Dalam situasi apa pun dimana seseorang berusaha mempengaruhi perilaku orang lain atau kelompok, maka sedang berlangsung kepemimpinan dari waktu ke waktu, apakah aktivitasnya dipusatkan dalam dunia usaha, pendidikan, rumah sakit, organisasi politik atau keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara.
Sedangkan George R Terry (2006 : 124), mengemukakan 8 (delapan) ciri mengenai kepemimpinan dari pemimpin yaitu :
(1) Energik, mempunyai kekuatan mental dan fisik;
(2) Stabilitas emosi, tidak boleh mempunyai prasangka jelek terhadap bawahannya, tidak cepat marah dan harus mempunyai kepercayaan diri yang cukup besar;
(3) Mempunyai pengetahuan tentang hubungan antara manusia;
(4) Motivasi pribadi, harus mempunyai keinginan untuk menjadi pemimpin dan dapat memotivasi diri sendiri;
(5) Kemampuan berkomunikasi, atau kecakapan dalam berkomunikasi dan atau bernegosiasi;
(6) Kemamapuan atau kecakapan dalam mengajar, menjelaskan, dan mengembangkan bawahan;
(7) Kemampuan sosial atau keahlian rasa sosial, agar dapat menjamin kepercayaan dan kesetiaan bawahannya, suka menolong, senang jika bawahannya maju, peramah, dan luwes dalam bergaul;
(8) Kemampuan teknik, atau kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasikan wewenang, mangambil keputusan dan mampu menyusun konsep.
Kemudian, kepemimpinan yang berhasil di abad globalisasi menurut Dave Ulrich adalah: “Merupakan perkalian antara kredibilitas dan kapabilitas.” Kredibilitas adalah ciri-ciri yang ada pada seorang pemimpin seperti kompetensi-kompetensi, sifatsifat, nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang bisa dipercaya baik oleh bawahan maupun oleh lingkungannya.
Sedangkan kapabilitas adalah kamampuan pemimpin dalam menata visi, misi, dan strategi serta dalam mengembangkan sumber-sumber daya manusia untuk kepentingan memajukan organisasi dan atau wilayah
kepemimpinannya.” Kredibilitas pribadi yang ditampilkan pemimpin yang menunjukkan kompetensi seperti mempunyai kekuatan keahlian (expert power) disamping adanya sifat-sifat, nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang positif (moral character) bila dikalikan dengan kemampuan pemimpin dalam menata visi, misi, dan strategi organisasi/ wilayah yang jelas akan merupakan suatu kekuatan dalam menjalankan roda organisasi/wilayah dalam rangka mencapai tujuannya.
Kepemimpinan Dalam Islam
Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu tentang hukum Ilahi. Setelah para imam atau khalifah tiada, kepemimpinan harus dipegang oleh para faqih yang memenuhi syarat-syarat syariat. Bila tak seorang pun faqih yang memenuhi syarat, harus dibentuk ‘majelis fukaha’.”
Sesungguhnya, dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suritauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana dalam firman-Nya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.
al-Ahzab [33]: 21).
Sebenarnya, setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin terhadap seluruh metafisik dirinya. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah Saw., yang maknanya sebagai berikut :
“Ingatlah! Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah! Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban
tentang kepemimpinannya,” (Al-Hadits).
Kemudian, dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF):
(1) Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya;
(2) Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi;
(3) Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;
(4) Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.
Selain itu, juga dikenal ciri pemimpin Islam dimana Nabi Saw pernah bersabda: “Pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut.” Oleh sebab itu, pemimpin hendaklah ia melayani dan bukan dilayani, serta menolong orang lain untuk maju.
Dr. Hisham Yahya Altalib (1991 : 55), mengatakan ada beberapa ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam yaitu :
Pertama, Setia kepada Allah. Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat dengan kesetiaan kepada Allah;
Kedua, Tujuan Islam secara menyeluruh. Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga dalam ruang lingkup kepentingan Islam yang lebih luas;
Ketiga, Berpegang pada syariat dan akhlak Islam. Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang teguh pada perintah syariah.
Dalam mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam, khususnya ketika berurusan dengan golongan oposisi atau orang-orang yang tak sepaham;
Keempat, Pengemban amanat. Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah Swt., yang disertai oleh tanggung jawab yang besar. Al-Quran memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap yang baik kepada pengikut atau bawahannya.
Dalam Al-Quran Allah Swt berfirman :
“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. al-Hajj [22]:41).
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya prinsip-prinsip
dasar dalam kepemimpinan Islam yakni : Musyawarah; Keadilan; dan Kebebasan berfikir.
Secara ringkas penulis ingin mengemukakan bahwasanya pemimpin Islam bukanlah kepemimpinan tirani dan tanpa koordinasi. Tetapi ia mendasari dirinya dengan prinsip-prinsip Islam. Bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya secara obyektif dan dengan penuh rasa hormat, membuat keputusan seadil-adilnya, dan berjuang menciptakan kebebasan berfikir, pertukaran gagasan yang sehat dan bebas, saling kritik dan saling menasihati satu sama lain sedemikian rupa, sehingga para pengikut atau bawahan merasa senang mendiskusikan persoalan yang menjadi kepentingan dan tujuan bersama. Pemimpin Islam bertanggung jawab bukan hanya kepada pengikut atau bawahannya semata, tetapi yang jauh lebih penting adalah tanggung jawabnya kepada Allah Swt. selaku pengemban amanah kepemimpinan. Kemudian perlu dipahami bahwa seorang muslim diminta memberikan nasihat bila diperlukan, sebagaimana Hadits Nabi dari :Tamim bin Aws
meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Agama adalah nasihat.” Kami berkata: “Kepada siapa?”
Beliau menjawab: “Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Pemimpin umat Islam dan kepada masyarakat kamu.”
Nah, kepada para pemimpin, mulai dari skala yang lebih kecil, sampai pada tingkat mondial, penulis hanya ingin mengingatkan, semoga tulisan ini bisa dipahami, dijadikan nasihat dan sekaligus dapat dilaksanakan dengan baik. Insya Allah. Amiin !
Itu saja. Dan terima kasih.
SUMBER: http://berkarya.um.ac.id/2011/05/01/pemimpinan-dan-kepemimpinan-menurut-islam/

Makna Tahun Baru?



Tiap umat beragama punya kalender masing-masing, artinya mereka memiliki taun baru masing-masing.Masehi bagi NasraniCaka bagi HinduHijriyah bagi Islam.Besok tahun baru Masehi.Kenapa yang heboh orang di luar Nasrani?Biarkanlah tahun baru Masehi dirayakan oleh teman-teman kita yang Nasrani.Gak usah ''sok'' sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan jelang 1 Januari 2014 M.Saya salut dengan teman-teman Hindu.Saat tahun baru Caka, mereka sibuk beribadah, mempersiapkan apa yang harus dipersembahkan seorang hamba pada Tuhannya.Jadi mereka mengekspresikan menyambut tahun baru dengan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan menikmati tahun baru yg diberikan, bahkan di antara mereka ada yang puasa, merenung, refleksi diri, bahkan semedi (kontemplasi).Tak pernah saya melihat teman-teman saya yang hindu merayakan tahun baru caka dengan pesta pora, poya-poya, dugem dan lain sebagainya.Toleransi bukan berarti ikut larut alias tenggelam dalam peribadatan yang dilakukan teman beda agama. Apalagi tanpa disadari puluhan nyawa yang melayang saat taun baru Masehi justru mereka yang di luar Nasrani.Weleh-weleh, ngenes banget makna tole_ransi generasi muda saat ini.*udah kehabisan kata-kata ni. Kalau ada rangkaian kalimat di atas yang dirasa ''jahat'', maafin ya.Met Tahun Baru 2014 Masehi, bagi yang berhak merayakannya.

Penulis : ISKANDAR IDRIS

Saturday, 16 November 2013

Majlis Tertinggi BADAR 2013


























Terima Kasih dari pihak pengurusan BADAR SMKAMi

Harap BADAR SMKAMi akan sentiasa dipermudahkan segala urusan.
AMIN RABBIL ALAMIN.


Saturday, 28 September 2013

Senyum itu'' Make us HAPPY''

Senyum adalah sesuatu yang mudah tetapi berat untuk diamalkan. Indahnya di dalam Islam, senyum merupakan suatu amal kebajikan kerana melakukannya merupakan suatu ibadah sedekah.
Berikut adalah kelebihan bersenyum :
1. Senyum menyebabkan kita kelihatan lebih cantik atauhandsome! Betul tak?
2. Senyum mampu mengubah ‘mood’ kita kepada yang lebih positif dan bertenaga.
3. Senyum mengurang atau menghilangkan tekanan atau stress. Anda pernah cuba?
4. Senyum memantapkan sistem imunisasi badan kita. Maka badan kita akan lebih tahan terhadap penyakit.
5. Senyum menyebabkan anda kelihatan lebih muda! :D
Senyum-senyumlah selalu okey!

Keistimewaan Perpisahan Insan ''BerCouple''

“Aku memang sangat mencintainya. Tapi aku terpaksa ‘clash’ dengan dia..”

“Kenapa pulak?”

“Sebab aku selalu ingat dia sampai aku selalu lupa Allah.”

“Pergh.. terbaiklah bro! Alhamdulillah..”

Beruntung siapa dapat kekasih sepertinya. Bayangkanlah.. tentu dia sudah dapat merasai penangan cinta daripada Allah sehingga sanggup untuk berpisah dengan insan yang selalu disayanginya dengan cara yang salah.

Ya.. begitulah.. memilih untuk berpisah kerana Allah adalah keputusan yang sangat bijak. Itulah pilihan iman sebenarnya. Apabila menyedari diri sering terjebak dengan dosa ketika ber’couple’, iman yang ada dalam diri pasti akan menegur. Sangat terbaik orang yang sanggup menerima teguran daripada iman itu.

Cepat-cepatlah terima teguran iman di hati sebelum nafsu mengambil alih.

Sememangnya terbaik. Itulah keputusan yang membawa manfaat buat dirinya dan kekasihnya. Bercintalah. Tapi buatlah keputusan untuk tidak ber’couple’. Selepas keputusan itu dibuat, akan berkurang atau tiada lagi episod-episod berpegangan tangan, bersentuh-sentuhan, bermanja-manjaan, membuang masa bersama, tinggalkan solat bersama, dan macam-macam lagi yang tidak sepatutnya berlaku sebelum kahwin. Masing-masing terhindar daripada maksiat dan dosa.

Itu barulah ‘saling menyayangi’ namanya. Mahu berpegangan tangan hingga ke Syurga atau ke Neraka? Tiada siapa yang mahu bersama ke Neraka bukan? Namun siapa yang betul-betul mahu bersama hingga ke Syurga?



Kadang-kadang kita merasakan nikmat ber’couple’ itu terlalu indah. Lalu kita suka. Tapi sebenarnya itu hanya sangkaan. Mainan nafsu. Direct to the point, ber’couple’ (sebelum nikah) tidak baik untuk kita. Sebab itu Allah mengizinkan berlakunya ‘kehilangan’ atau perpisahan. Kerana ‘kehilangan’ atau perpisahan yang kita tidak suka itu sebenarnya baik untuk kita.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman;

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu.Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Surah al-Baqarah ayat 216)

“Biarlah kita kehilangan si dia kerana Allah. Jangan kita kehilangan Allah kerana si dia.”

Marilah sama-sama kita renungkan… belum tentu pasangan kita itu adalah suami kita atau isteri kita. Kita ‘bercouple’ bagai nak rak, tiap malam bergayut dengan suara manja tanpa kita menyedarinya, waktu pagi bertemu berkepit ke hulu dan ke hilir tanpa rasa bersalah, semuanya hanya keindahan yang sementara.

Jika pasangan kita itu ditakdirkan menjadi suami atau isteri kita, keindahan yang selalu kita nikmati di fasa sebelum pernikahan semakin suram. Jika dulu hampir setiap hari bertemu, namun setelah berada di alam pernikahan pandang pun menjadi jemu. Segala keindahan alam perkahwinan yang sepatutnya dinikmati di fasa tersebut turut hambar kerana sudah pun dirasai sebelum akad termeterai. Tiada lagi kejutan mahupun ‘suprise’ yang membahagiakan kerana hampir kesemua telah kita hadam dan menjadi perkara biasa kepada kita.

Kesimpulannya, serahkan lah hati kita kepada Allah. Simpankan rasa itu semata-mata hanya untuk Allah SWT. Biarkan Allah temukan hati yang mencintai Allah itu dengan hati yang lain, yang mana hati itu juga turut mencintai Allah. Yakinlah, jika kita menghiaskan hati ini dengan cinta Allah, pasti cinta yang hadir itu sentiasa mekar dan tidak akan layu. Malah cinta itu pasti kekal sentiasa kerana sandarannya juga adalah Zat yang Maha Kekal.

Amalan Doa Nabi Daud

Marilah kita hayati dan amalkan doa ini. Semoga doa Nabi Daud A.s ini memberi kita semangat dan teguh dalam mencinta Allah SWT sepenuh hati kita melebihi cinta kepada makhlukNya.



“ Ya Allah, kurniakanlah daku perasaan cinta kepada-Mu, dan cinta kepada orang yang mengasihi-Mu, Dan apa sahaja yang membawa daku menghampiri cinta-Mu. Jadikanlah cinta-Mu itu lebih aku hargai daripada air sejuk bagi orang yang kehausan, Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cinta-Mu, Dan cinta orang yang mencintai-Mu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cintaMu,

Ya Allah, apa sahaja yang Engkau anugerahkan kepadaku daripada apa yang aku cintai, Maka jadikanlah ia kekuatan untukku mencintai apa yang Engkau cintai. Dan apa sahaja yang Engkau singkirkan daripada apa yang aku cintai, Maka jadikanlah ia keredaan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai, Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling aku cintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air sejuk pada saat kehausan.

Ya Allah, jadikanlah aku mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, Rasul-Mu dan hamba-Mu yang soleh, Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti apa yang Engkau cintai, Ya Allah, jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap cintaku dan seluruh usahaku demi keredhaan-Mu.”

(Hadis riwayat At-Tarmizi)

Rasulullah SAW bersabda, “Inilah doa yang biasa dipanjatkan oleh Nabi Daud a.s.”

Wuduk Penyejuk Api Yang Panas

“Rasulullah SAW pernah menjelaskan orang yang kuat dalam pandangan syarak ialah mereka yang berjaya mengawal perasaan ketika marah untuk mengelak daripada bencana lebih buruk. Dia boleh mengalihkan situasi marah itu kepada satu keadaan yang lebih baik.”


Hal itu dijelaskan Abu Hurairah, bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Orang yang kuat itu bukan terletak pada kemampuan berkelahi, tetapi orang yang kuat itu adalah yang dapat mengendalikan diri mereka ketika sedang marah.” (Hadis riwayat Imam Ahmad) Islam mengajar umatnya bagaimana mengendalikan diri dalam keadaan marah supaya sifat marahnya itu tidak berlarutan. Antaranya jika seseorang yang sedang marah itu dalam keadaan berdiri, adalah lebih baik dia duduk.

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Jika salah seorang antara kalian marah sedang pada saat itu ia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk. Namun jika tidak hilang juga marahnya, maka hendaklah ia berbaring.” (Hadis riwayat Imam Ahmad).

Selain itu, mereka yang sedang marah juga boleh memadamkan kemarahannya dengan berwuduk. Dua perkara kelebihan wuduk, pertamanya membersihkan diri daripada kekotoran hati dan keduanya secara fizikal menyejukkan hati yang melahirkan ketenangan.

Hadis diriwayatkan Abu Daud yang bermaksud: “Sesungguhnya marah itu daripada syaitan dan sesungguhnya syaitan itu diciptakan daripada api dan api itu hanya dapat dipadamkan dengan air. Oleh kerana itu, jika salah seorang daripada kamu marah, maka hendaklah ia berwuduk.” Mereka yang berjaya menahan amarahnya supaya tidak merebak akan mendapat ganjaran di sisi Allah di dalam syurga kelak, di mana mereka boleh memilih mana-mana bidadari yang mereka sukakan.

Perkara ini dijelaskan Rasulullah SAW melalui sabda yang bermaksud: “Barang sesiapa menahan amarahnya pada hal ia mampu untuk menumpahkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan para pemimpin makhluk, lalu Allah memberinya kebebasan untuk memilih bidadari mana yang ia sukai.” (Hadis riwayat Tirmizi dan Ibn Majah)

Di samping mampu menahan sifat marah, seseorang itu juga perlu bersedia memaafkan pihak yang membuatkan mereka marah. Memaafkan kesalahan orang lain digalakkan bagi mengekalkan silaturahim dan keharmonian. Malah, sifat pemaaf meletakkan seseorang itu di tempat yang tinggi.

Muat turun (Download) E-kad ini di sini Dengan Pelbagai Saiz!

Muat Naik (Upload) E-Kad ini di Facebook dan Tag kawan-kawan anda untuk kongsi Nasihat serta Pahala, InsyaAllah.

Pilihan Manusia@ Kehendak ALLAH?

Saya cuma ingin berkongsi pendapat tentang keutamaan hidup kita. Bagi saya dalam apa pun keputusan hidup kita, kita perlu membuat keutamaan berdasarkan apa yang kita fahami dalam hidup. Dan pilihan itu adalah berdasarkan apa yang kita fahami tentang tujuan hidup.

Antara dua pilihan atau lebih dari dua pilihan, pilihan yang mana lebih menguntungkan untuk membawa kita ke kehidupan yang lebih baik. Bagi kita ummat Islam tentunya berkaitan dengan hidup di akhirat kelak. Maka jika menyentuh tentang kehidupan akhirat tentunya kita mahukan syurga dan jika kita mahukan syurga, pastinya kita hanya mahukan REDHA ALLAH SWT.

Sebenarnya pilihan ini dibuat berdasarkan apa yang telah kita lalui. Pengalaman. Kemudian lihat pula sejauh mana ilmu kita boleh menilai pilihan itu. Kita perlu faham kenapa seseorang penjenayah memilih untuk membuat jenayah. Apakah mereka tidak tahu jenayah adalah satu kesalahan dan dosa? Tapi mereka tetap mahu lakukannya. Ini sangat berkait dengan cara kehidupan mereka. Siapa mereka berkawan dan apa yang mereke telah lalui? Dan semua itu adalah di luar pengetahuan saya.



Jadi dalam pilihan kita, apa jenis pilihan pun, kita perlu utamakan pilihan yang mendapat redha dari Allah. Pilihan yang tidak melanggar apa yang ditegah-Nya. Pilihan yang menjadikan kita lebih dekat dengannya.Selain dari itu adalah pilihan yang salah.

Dalam membuat pilihan sama ada untuk menjaga hati manusia atau menjaga Allah, tentulah kita perlu menjaga Allah.. walaupun terpaksa menyakitkan hati manusia. Tentulah agama melarang kita menyakiti sesama insan, tetapi yang manakah lebih penting? Redha Allah atau kesenangan hati manusia?

Dalam ketaatan kepada Ibu bapa, agama meletakkan sempadan dalam mentaati ibu bapa. Ketaatan yang boleh menyebabkan kita melanggar perintah Allah adalah dilarang. Maka seorang anak boleh ingkar jika ibu bapa mereka menyuruh melakukan kemungkaran. Seoarang anak wajib menolak permintaan yang melanggar perintah Allah secara baik dan sedaya upaya memperbetulkan keadaan itu, malah jika keadaan masih lagi di luar kawalannya, ambillah keputusan untuk tinggal berjauhan dan mohonlah pertolongan Allah. Allah pasti membantu hamba-Nya selalu mengutamakan perintah-Nya.

Jika seorang lelaki mengajak seorang wanita bercinta seperti yaang berlaku dalam kisah muda-mudi hari ini, wanita itu akhirnya termakan pujukan si lelaki kerana kasihan dan mahu menjaga hatinya. Adakah pilihan wanita itu betul? Adakah pilihan wanita itu selari dengan apa yang Allah mahu?

Akhirnya melahirkan perasaan yang lebih mendalam hingga boleh menjadikan wanita itu melanggar banyak lagi perintah. Adat orang bercinta berdua-duaan, samada secara realiti atau maya. Lumrah nafsu si lelaki akan meminta lebih lagi sebagai ‘bukti’ cinta. Si wanita akan menurut dengan alasan ingin menjaga hati. Namun jelas melanggar apa yang Allah mahu.

Tindakan wanita itu mungkin betul jika si lelaki benar-benar mahu mengahwininya pada masa terdekat. Jika tidak, hubungan cinta yang terlalu lama hanya membawa kemungkaran demi kemungkaran dan fitnah yang tidak akan disedari oleh si pelaku. Ini hanya disedari setelah perkara buruk berlaku. Ketika itu penyesalan adalah sia-sia.

Sememangnya banyak pilihan yang berlaku dalam hidup ini membuatkan kita buntu dan keliru dengan kepelbagaiannya. Namun jika kita membuat pilihan yang mengutamakan redha Allah, maka kita tidak mungkin rugi, lebih-lebih lagi di akhirat kelak. Banyak pilihan yang menyebabkan kita menyesal di kemudian hari dan sebenarnya kita telah menyedarinya ketika pilihan itu dibuat. Kerana kita berharap pilihan akibat pilihan itu adalah berlainan. Sebenarnya tidak.

Kita boleh membuat pilihan, tetapi tidak boleh memilih akibat pilihan itu.
Kita semua memahami hakikat ini jika kita berpijak di bumi nyata.

Hati Ini Milik ALLAH

Apa perasaan kita, bila buah atau bunga yang kita tanam, yang kita jaga, yang kita sayang, tiba-tiba esoknya bila dah ranum, bila dah mekar, ada orang petik, ada haiwan ambik. marah tak? mesti marah sikit. mesti kecewa sikit. mesti sedih sikit. kenapalah susah payah aku jaga, orang lain yang dapat manfaatnya?

Mungkin boleh disamakan macam berperasaan. katakanlah ada seorang yang kita suka, bila dia sedih, kita jadi tempat dia berkongsi kesedihan. kita pun bagi semangat pada dia, kita pun jaga hati dia baik-baik. bila dia dah kembali bersemangat, dah kembali ceria, kembali tenang, tiba-tiba suatu hari, dia jatuh cinta pada orang lain.

kecewa tak? mesti kecewa sikit. mesti marah sikit. mesti sedih banyak. kenapa aku yang susah payah jaga perasaan dia, orang lain yang dapat meraih cinta dia?

Tarik nafas. sebut nama Allah sejenak. pejam mata.

Kita lupa sesuatu yang penting kat sini. bunga dan buah yang kita tanam tu, tanahnya milik siapa? orang yang kita sayang dan jaga perasaannya tu, hatinya siapa yang pegang?

Tak ada yang lain kecuali Allah, pemilik segala apa yang ada dilangit dan dibumi.

Jadi ikhlas lah dalam berbuat kebaikan. mungkin Allah nak ajar sesuatu. Allah nak kita tahu tak semua yang kita harap akan jadi kenyataan. Allah nak kita tahu tanpa keihklasan segala perbuatan akan mendatangkan penat lelah.

Allah nak kita tahu yang indah di dunia itu sementara. Allah nak kita tahu takdir tetap milik DIA walau impian itu milik kita.

Maka berlapang dadalah. sesuatu yang akan jadi milik kita, walau sukar mana pun, kalau Allah kata jadi milik kita, pasti akan jadi milik kita akhirnya. tapi kalau sesuatu tu bukan milik kita, walau datangnya sesenang apa pun, kalau Allah kata takkan jadi milik kita, maka tak akan pernah jadi milik kita.

Ikhlas lah. Ikhlas itu melegakan! :)
** artikel ini dikreditkan kepada tuan punya blog Sederhana Indah . Semoga dapat memberi manfaat kepada kita semua..

Tips Sebelum Peperiksaan

PENDAHULUAN

Peperiksaan penting seperti UPSR, PMR, SPM dan STPM memerlukan persedian lebih daripada sekadar membaca semata-mata.Tanpa persediaan yang rapi maka ramai pelajar yang mendapat keputusan yang tidak setimpal dengan usahanya. Anda tidak perlu takut dengan peperiksaan. Sebab sama ada anda bersedia atau tidak, masa untuk berhadapan dengannya tetap akan tiba. Oleh itu lebih baik anda fokuskan kepada persediaan anda untuk berjuang. Untuk cemerlang dalam peperiksaan pelajar perlu bersedia dari segala aspek, bukan setakat membaca dan mengulangkaji semata-mata. Persediaan yang rapi memupuk keyakinan yang tinggi untuk pelajar menghadapi peperiksaan mereka.

Artikel yang ditulis ini tidak mengajar subjek-subjek yang tertentu. Pelajar perlu merujuk kepada guru kelas masing-masing tentang keTEPATan dalam menjawab setiap soalan. Artikel di Laman-MAP ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang persediaan-persedian seperti fizikal, mental, emosi dan ruhani. Harapan saya, ia akan membolehkan pelajar melangkah ke dewan peperiksaan dengan mengatakan ........

"AKU BOLEH BERJAYA". Melangkah dengan fikiran yang positif.




1. PERSEDIAAN FIZIKAL

KESIHATAN

Sebagai pelajar anda memerlukan kesihatan yang baik bermula dari ketika membuat persedian mengulangkaji hinggalah ke dewan peperiksaan. Keadaan kesihatan yang buruk akan mengganggu persediaan diri untuk peperiksaan. Sekiranya masih banyak yang anda perlu ulangkaji, maka pastinya anda rasa bimbang. Gangguan kesihatan pasti tidak mengizinkan anda mengulangkaji dan ini akan membawa kepada tekanan emosi. Pastikan anda menjaga perkara yang berikut:

Tidur yang cukup.

Tidur yang cukup ialah diantara 6 - 7 jam sehari. Kurang tidur menyebabkan anda rasa mengantuk, letih dan boleh jatuh sakit. Tidur yang berlebihan juga tidak baik untuk kesihatan. Jadi pastikan anda latih diri anda dengan masa tidur yang optimum ini dari sekarang.

Jaga pemakanan.

Allah s.w.t telah berfirman yang mafhumnya "Makanlah dari makanan yang baik yang telah Kami berikan" (Al-Baqarah : 57). Yang dimaksudkan
sebagai yang baik disini ialah baik dari segi sumbernya (halal), kualitinya (zat), rasanya (enak dan lazat) dan bersih (tidak membawa penyakit dan kemudaratan). Kepada ibu bapa pastikan anak-anak anda diberi makan makanan dari sumber yang halal. Makanan yang haram akan menghitamkan dan menggelapkan hati mereka.

Riadah.

Jangan beriadah sehingga meletihkan badan. Ramai pelajar yang bermain hingga penat dan akibatnya anda akan rasa mengantuk untuk mengulangkaji pelajaran. Anda hanya perlu beriadah selama 20 minit dan sebanyak tiga kali seminggu. Lakukanlah senaman ringan yang mengeluarkan sedikit peluh. Disaat-saat akhir sebegini, lupakanlah soal bolasepak, takraw, badminton dan sebagainya. Anda boleh tangguhkan semua aktiviti yanganda minati ini setelah tamat peperiksaan penting nanti.



KESELAMATAN

Anda perlu menjaga keselamatan diri anda sebaiknya. Jauhkan diri anda dari aktiviti lasak yang boleh membawa kepada kecelakaan. Elakkan diri dari sebarang kecederaan. Anda past tidak mahu mengambil peperiksaan sewaktu berad dalam wad di hospital. Memanglah kecelakaan tidak pernah diundang, tetapi kalau anda tidak berhati-hati anda sebenarnya mendedahkan diri kepada pelbagai kemungkinan. Dalam musimmenjelangnya peperiksaan, lebihkan masa anda untuk berada dirumah.


2.PERSEDIAAN MENTAL

Pelbagai Gambaran Negatif

Kerapkali masalah yang dihadapi oleh pelajar apabila hampir dengan peperiksaan ialah takutkan kegagalan. Walau pun anda telah berusaha bersungguh-sungguh namun perasaan takutkan kegagalan ini sering mengganggu fikiran. Antara keadaan yang menekan diri pelajar ialah:

a) Menyerah kalah sebelum berjuang

Ini disebabkan kerana mereka rasakan yang mereka tidak punya harapan lagi. Mereka rasakan buat apa belajar kalau dah tahu hasilnya nanti ialah kegagalan. Mereka percaya yang mereka akan gagal dalam peperiksaan berdasarkan kepada keputusan peperiksaan atau ujian-ujian sebelum ini. Mereka cuba membaca teta dengan keyakinan bahawa tidak mungkin mereka mampu memahami dan mengingati setiap fakta yang dibaca.

b) Merasa belum bersedia

Keadaan yang kedua pula berlaku kepada mereka yang sememangnya belajar. Mereka rasakan yang diri belum cukup bersedia. Mereka sentiasa fikirkan apa akan berlaku kalau segala usaha ini sia-sia? Apa akan terjadi kalau apa yang dibaca kelak lupa? Betapa malunya nanti kalau kawan-kawan yang kurang berusaha mendapat keputusan yang jauh lebih baik? Semua ini bermain difikiran.

c) Harapan ibu bapa yang terlalu tinggi

Tidak ada ibu bapa yang tidak mengharapkan kejayaan anak-anak. Ada ketikanya pula ibu bapa berulangkali menyatakan harapan mereka kepada anak-anak tanpa memikirkan kemampuan sebenar diri anak. Harapan yang terlalu tinggi ini ada ketikanya menjadi beban kepada anak-anak hinggakan mengganggu fikiran mereka. Kepada ibu bapa, saya sarankan agar dorong anak-anak berusaha gigih dan melakukan yang terbaik mengikut kemampuan masing-masing. Nyatakan dengan jelas bahawa apa yang anda mahukan ialah anak-anak melakukan yang terbaik dan sungguh-sungguh. Anda redha walau apa sekalipun keputusannya kelak. Ini akan mengurangkan tekanan atas diri anak-anak.

c) Berfikiran Positif

Bagi mengatasi segala tekanan mental seperti di atas anda perlulah berfikiran positif. Fokuskan mental anda kepada apa yang perlu anda lakukan dan apa pula hasil yang anda harapkan. Tidak perlu anda bimbang apa keputusan yang bakal diperolehi tetapi anda perlu bimbang kalau-kalau anda tidak menggunakan sisa-sisa masa yang masih ada untuk berusaha sepenuhnya.

Sekiranya anda memikirkan kegagalan maka anda hanya tergambar pelbagai rintangan dan halangan. Ini akan melemahkan semangat anda. Ia juga membuatkan anda meragu kebolehan diri anda.

Dalam berusaha anda mesti berpegang kepada kata-kata seperti:

"Sedikit pencapaian itu lebih baik dari tiada pencapaian langsung".

"Something is better than nothing"
Lakukan "Latihan Minda" setiap hari.

"If you can't see it, you can't have it".

Kata-kata di atas menunjukkan bahawa untuk mencapai sesuatu kejayaan itu maka gambaran kejayaan mestilah terlebih dahulu wujud dalam pemikiran. Sebelum anda mampu mendapat 8A dalam PMR, maka 8A itu mesti terlebih dahulu ada dalam pemikiran. Ia ibarat menghasilkan sebuah lukisan, anda tidak akan melakar sesuatu yang anda tidak gambarkan. Lakaran anda berasaskan kepada apa yang anda nampak dalam mata minda. Begitulah juga dengan kehidupan ini. Anda tidak akan menhasilkan sesuatu yang anda tidak gambarkan. Oleh itu, gambarkanlah kejayaan dan anda pasti akan terdorong untuk merealisasikan apa yang digambarkan itu. Makin jelas gambaran yang ada, makin tinggilah kesungguhan anda untuk merealisasikannya.

Untuk membantu anda menggambar dengan baik, anda perlu membuat latihan minda seperti dibawah.

1.Duduk dikerusi anda dengan selesa. Tangan diletakkan diatas peha. Badan tidak bersandar. Tenangkan fikiran dan kendurkan setiap otot, sendi, uratsaraf dan pejamkan mata anda.

2.Tarik nafas beberapa kali dalam-dalam. Tarik melalui hidung dan hembuskan melalui mulut. Ketika nafas ditarik, gambarkan yang anda menyedut keyakinan diri. Ketika nafas dibuang, gambarkan yang anda membuang segala ketakutan dan kebimbangan.

3.Saya percaya anda pernah capai kejayaan sebelum ini, sama ada kecil atau besar. Saya mahu anda kembali kepada peristiwa kejayaan itu. Kejayaan itu mungkin berkaitan dengan pelajaran, sukan, debat dan sebagainya. Pilih satu yang paling bermakna kepada anda. Dimana iaberlaku? Apa yang berlaku? Apa yang anda dapat lihat? Suara apa yang anda dengar? Kalau ada tepukat, dengar tepukan gemuruh ketika itu. Kalau ada puji-pujian dengarkan duara siapa yang memuji itu. Gambarkannya secara jelas mengikut kemampuan anda. Dengar suara yang ada dengan jelas. Rasakan apa perasaan anda ketika itu. Rasakan keseronokan anda pernah dipuji. Rasakan kebanggaan anda sebagai orang yang berjaya ketika itu. Hadirkan perasaan itu kembali.

4.Apabila perasaan yakin dan bangga mula memuncak, cubit sedikit kedua-dua peha anda dengan tangan. Biar terasa sedikit sakit. Buka mata anda, dan pejam kembali. Ulang langkah 2 - 4 beberapa kali.

5.Kini pejamkan mata, gambarkan anda melangkah masuk ke dewan peperiksaan. Gambarkan anda duduk dikerusi dan diatas meja tersedia kertas soalan. Rasakan ketenangan dalam dewan. Gambarkan kini anda membelek-belek kertas soalan dan anda dapati semua apa yang anda baca keluar. Rasakan kegembiraan itu. Gambarkan bagaimana anda menjawab setiap soalan satu persatu dengan penuh keyakinan. Ide keluar mencurah-curah. Gambarkan 8A dalam PMR (Gred 1 untuk SPM). Ketika ini sekali lagi cubit kedua-dua peha anda seperti yang telah anda lakukan dalam langkah 4 tadi.

6.Buka mata anda, ulangi langkah 5 beberapa kali.

7.Buatkan latihan minda ini 10 - 15 minit setiap hari. Sekiranya anda lakukan latihan ini sungguh-sungguh setiap hari, anda dapat mengawal perasaan takut anda ketika berada didewan peperiksaan dengan menarik nafas dan mencubit kedua-dua peha.

Kejayaan latihan minda di atas banyak bergantung kepada kesungguhan anda melatih diri, kekerapan latihan dan tumpuan anda.


3) PERSEDIAAN EMOSI

Dalam saat-saat menghadapi peperiksaan, anda perlu mengelak diri dari sebarang bentuk gangguan emosi. Perkara-perkara yang berikut perlu dielakkan:

Pertengkaran dengan rakan-rakan;

Melakukan perkara yang membuatkan ibu bapa marah;

Cinta monyet yang mungkin kecundang disaat-saat peperiksaan;
Bersikap terlalu yakin - "overconfident";
Berprasangka buruk terhadap orang lain;

Ramai pelajar bertindakbalas secara spontan terhadap sesuatu yang berlaku terhadap mereka. Tindakbalas spontan ini menjadi tabiat semulajadi mereka. Apa perasaan anda kalau raka membohongi anda? Anda mungkin serta-merta menjadi marah. Apa berlaku kalau rakan memulau dan mengejek anda? Anda mungkin rasa tersinggung dan kecil hati. Kalaulah begini tindakbalas spontan anda, apa akan berlaku dengan persediaan peperiksaan anda? Anda pasti tidak mampu memberikan tumpuan untuk mengulangkaji. Ada ketikanya luka dihati berkekalan berhari-hari.

Kenapa tidak selepas ini kawal emosi anda. Jangan izinkan sesiapa melukai hati anda. Mereka boleh berkata apa sahaja, mereka boleh berbohong dan sebagainya. Mereka ada suara, biarkanlah mereka. Anda cuma pekakkan telinga. Banyakkan bersikap sabar. Teruskan sahaja kerja anda. Kekalkan matlamat peperiksaan anda. Apabila anda berjaya satu hari nanti, rakan-rakan akan mula menghormati anda.

Sebenarnya peristiwa tidak mencetuskan sebarang emosi. Tanggapan atau paradigma andalah yang mencetuskan emosi. Kita boleh melihat setiap perkara yang berlaku terhadap diri kita dari dua perspektif, iaitu positif atau negatif. Mulai hari ini ambillah dari sudut yang positif. Ingatlah setiap apa yang berlaku adalah ujian Allah dan ada hikmah sekiranya anda bersabar. Dengan cara ini anda mampu membenteng emosi anda.


4) PERSEDIAAN ROHANI

Selain dari persediaan fizikal, mental dan emosi, persediaan rohani juga perlu. Anda perlu faham kedudukan kita sebagai hamba hanyalah mampu melakukan usaha sebaik mungkin tetapi hasil sebenarnya Allah lah yang menentukannya. Ketenangan jiwa dan fikiran sangat perlu disaat-saat menghadapi peperiksaan, oleh itu lakukanlah sesuatu untuk meraih ketenangan ini.

Antara perkara yang boleh anda lakukan ialah:

1.Sentiasa bermunajat kepada Allah. Lakukan solat hajat dan pohon agar Allah campakkan ketenangan dan terangkan hati dalam menghadapi peperiksaan. Minta pada Allah agar apa yang dipelajari keluar dalam peperiksaan.

2.Minta restu kedua ibu bapa. Doa ibu bapa untuk anakny sangat makbul. Jadi mintalah restu dari keduanya. Mintalah mereka mendoakan kejayaan anda.

3.Banyakkan berzikir dan membaca al-Quran. Hati yang banyak berzikir akan memperolehi ketenangan. Hati juga lebih terang apabila anda sering membaca al-quran. Alla telah berfirman dalam surah ar-Ra'ad, ayat 36, yang
mafhumnya "Sesungguhnya dengan mengingat Allah akan menjadi tenanglah semua hati".

4.Jauhi maksiat. Jauhi diri anda dari perbuatan maksiat dan dosa besar. Mereka yang bergelumang dengan maksiat mempunyai jiwa yang resah. Hidup juga tidak diberkati Allah.

5.Banyakkan berdoa. Pastikan anda berdoa mengikut adab-adab berdoa.


Fadhilat Ayat-Ayat AL-Quran

**Hendaklah membaca Al-Quran setiap hari kerana:

Di dalam hadith bahawa Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah baca Al-Quran kerana ia akan datang pada hari kiamat untuk mensyafaati di atas pihak pembacanya***




1. Surah Al-Fatihah
-Penawar segala penyakit
-Menghilangkan kesakitan
-Penawar darah gemuruh, was-was dan lain-lain
-Pembuka Ikatan
-Penawar sakit mata
-Penawar sakit telinga
-Menghilangkan rasa lapar
-Penyembuh Luka
-Penerang hati
-Penawar Angin Ahmar, Stroke dan lain-lain
-Mendapatkan zuriat, pangkat dan lain-lain
-Segala hajat
-Penunduk orang zalim
-Sakit gigi
-Penawar Mujarab
-Pendinding
-Murah rezeki
-Selamat dalam perjalanan
-Kaya
-Kata Al-'Arif Billah Syeikh Ahmad Rifa'i

1.1Khasiat Ayat Pertama
-Ditunaikan hajat
-Sebelum tidur
-Orang zalim
-Penyembuhan
-Murah rezeki
-Penerang hati
-Selamat daripada keguguran
-Menyuburkan tanaman
-Mengumpan Ikan
-Perlindungan dan pelaris
-Doa Musafir
-Doa makan bersama orang-orang yang berpenyakit
-Penolak bala
-Doa penolak bala

1.2 Khasiat Ayat Kedua
-Pendinding
-Sakit gigi
-Pengasih

1.3 Khasiat Ayat Ketiga
-Menghadapi orang zalim
-Kerasukan
-Penawar
-Zuriat
-Penyubur Tanaman
-Pembungkam
-Lembut hati

1.4 Khasiat Ayat Keempat
-Perlindungan daripada bala, wabak dan lain-lain

1.5Khasiat Ayat Kelima
-Subur tanaman
-Menghadapi binatang liar dan orang jahat
-Temuduga, peperangan dan lain-lain

1.6Khasiat Ayat Keenam
-Orang zalim
-Lupa

1.7Khasiat Ayat Ketujuh
-Sesat
-Lapar dahaga
-Menghadapi musuh
-Penyejuk

2. Surah Al-Baqarah-Sabda Rasulullah s.a.w

2.1 Khasiat Ayat 1-5 -Penerang hati, menguatkan keyakinan
2.2 Khasiat Ayat 25   -Subur tanaman
2.3 Khasiat Ayat 70   -Mendapat yang terbaik
2.4 Khasiat Ayat 102 -Gila dan Sihir
2.5 Khasiat Ayat 125 -Bangun pada waktu yang dikehendaki
2.6 Khasiat Ayat 127 -Penawar Buasir dan menghentikan darah
2.7 Khasiat Ayat 138 -Bercelak
2.8 Khasiat Ayat 144 -Penawar Herot Muka (Stroke)
2.9 Khasiat Ayat 148 -Kecurian
2.10Khasiat Ayat 164-Menghafal
2.11Khasiat Ayat 201-Menghadapi bala. isteri solehah
2.12Khasiat Ayat 243-Menjaga makanan

2.13Khasiat Ayat 255  (Ayatul Kursi)

-Sabda Rasulullah s.a.w
-Segala kebaikan
-Penawar gila
-Mimpi buruk
-Musafir
-Menghilangkan kahak
-Menghadapi kezaliman
-Penerang hati
-Doa Malaikat
-Digeruni dan Disegani
-Perlindungan dan murah rezeki
-Kota ayat Al-Kursi
-Kaya
-Menghadapi Bala dan Malapetaka
-Sabda Nabi s.a.w
-Segala hajat
-Menghapuskan rasa cinta

2.14 Khasiat Ayat 285-286   -Sabda Rasulullah s.a.w


3. Surah Ali-Imran   -Sabda Rasulullah s.a.w -Mendapat zuriat

3.1 Khasiat Ayat 1-4  -Pendinding -Kebahagiaan dan segala hajat
3.2 Khasiat Ayat 8     -Husnul Khatimah
3.3 Khasiat Ayat 9     -Mengembalikan barang yang hilang
3.4 Khasiat Ayat 7-9  -Kecerdikan luar biasa
3.5 Khasiat Ayat 14   -Pengasih
3.6 Khasiat Ayat 26-27 -Luas rezeki -Karamah -Segala hajat
3.7 Khasiat Ayat 35-37 -Perlindungan kepada perempuan hamil -Pelaris
3.8 Khasiat Ayat 73-74 -Pelaris dan meminang
3.9 Khasiat Ayat 83   -Menghadapi binatang buas, liar dan orang zalim
3.10Khasiat Ayat 103-104  -Pengasih dan Pelembut Hati
3.11Khasiat Ayat 111-112   -Menghadapi musuh
3.12Khasiat Ayat 134-136   -Pelindung dari kejahatan
3.13 Khasiat Ayat 144         -Menghentikan darah
3.14 Khasiat Ayat 146-148  -Menghilangkan kesedihan ketika menghadapi musibah
3.15 Khasiat Ayat 169-171  -Penerang hati dan mendapat taufiq
3.16 Khasiat Ayat 173-174  -Menghadapi musuh  -Pengasih
3.17 Khasiat Ayat 190-194  -Teguh Iman -Qiamullail
3.18 Khasiat Ayat 200          -Isteri derhaka, anak degil, binatang liar

4. Surah An-Nisa'      -Faedah Umum Surah An-Nisa'
4.1 Khasiat Ayat 75   -Perlindungan dari kejahatan
4.2 Khasiat Ayat 148-149-Terjaga dari diumpat dan dikeji
4.3 Khasiat Ayat 174-175-Menang berhujah

 5. Surah Al-Maidah  -Aman dari kecurian -Hilang dahaga
5.1 Khasiat Ayat 7         -Penawar was-was
5.2 Khasiat Akhir Ayat 18 dan Ayat 20-21 -Menjadi seorang yang penyabar dan Qana'ah
5.3 Khasiat Ayat 63   -Membubarkan perhimpunan maksiat
5.4 Khasiat Ayat 89-101 -Penawar berdusta
5.5 Khasiat Ayat 112-114 -Murah rezeki dan pelbagai hajat

6. Surah Al-An'am      -Perlindungan
6.1 Khasiat Ayat 1-3  -Penawar pelbagai jenis penyakit
6.2 Khasiat Ayat 13   -Penawar sakit / pening kepala
6.3 Khasiat Ayat 17-18 -Penawar sakit dada -Dukacita, kecewa
6.4 Khasiat Ayat 59   -Menghadapi masalah
6.5 Khasiat Ayat 63-64         -Ombak besar, angin kencang
6.6 Khasiat Ayat 75-79         -Fasih berpidato
6.7 Khasiat Ayat 95   -Subur tanaman
6.8 Khasiat Ayat 96-97 -Belayar dengan selamat
6.9 Khasiat Ayat 99   -Perigi yang berkat
6.10 Khasiat Ayat 103  -Meredakan angin ribut taufan -selusuh
6.11 Khasiat Ayat 122          -Pengasih dan pendamai -Pembungkam Ular
6.12 Khasiat Ayat 141 -Subur tanaman -Pelindung haiwan
6.13 Khasiat Ayat 160-162
-Selamat dari penipuan
-Penawar penyakit dalaman
-Penawar sakit mata

7. Surah Al-A'raf
7.1 Khasiat Ayat 1-3 -Akhlak yang baik
7.2 Khasiat Ayat 10   -Rezeki yang melimpah
7.3 Khasiat Ayat 26   -Mendapat taufiq
7.4 Khasiat Ayat 31   -Aman dari sihir
7.5 Khasiat Ayat 43   -Kasih sayang
7.6 Khasiat Ayat 47   -Aman dari kezaliman
7.7 Khasiat Ayat 54-56         -Aman dari sihir dan makhluk halus
7.8 Khasiat Ayat 97-99         -Terpelihara daripada serangga perosak
7.9 Khasiat Ayat 154 -Menghilangkan kemarahan
7.10 Khasiat Ayat 171          -Menghafal Ilmu
7.11 Khasiat Ayat 200-201-Menghilangkan was-was


8. Surah Al-Anfal
8.1 Khasiat Ayat 2     -Lembut hati
8.2 Khasiat Ayat 10   -Ketenangan dan kemenangan
8.3 Khasiat Ayat 62   -Hebat dan pengasih
8.4 Khasiat Ayat 66   -Berjaya dalam semua lapangan hidup

9. Surah At-Taubah2         -Mencapai hakikat Iman
-Perlindungan dari kecurian
9.1 Khasiat Ayat 32-33     -Penunduk
9.2 Khasiat Ayat 46   -Mengembalikan barang yang hilang
9.3 Khasiat Ayat 51   -Menghadapi bala
9.4 Khasiat Ayat 111 -Pelaris
9.5 Khasiat Ayat 128-129-Husnul Khatimah

10. Surah Saidina Yunus a.s
10.1 Khasiat Ayat 1-3           -Pangkat yang tinggi
10.2 Khasiat Ayat 12 -Minyak urut
10.3 Khasiat Ayat 31 -Selusuh, sakit telinga, murah rezeki
10.4 Khasiat Ayat 57-58       -Darah gemuruh
10.5 Khasiat Ayat 64 -Terhindar dari mimpi buruk
10.6 Khasiat Ayat 80-81       -Membatalkan sihir

11. Surah Saidina Hud a.s-Mendapat kehebatan, ketenangan dan ketenteraman
-Hati yang cekal
11.1 Khasiat Ayat 1-4  -Penerang hati
11.2 Khasiat Ayat 41 -Aman dari karam dan ribut taufan
11.3Khasiat Ayat 56  -Penunduk
-Menghadapi masalah
-Terpelihara dari wabak penyakit
11.4 Khasiat Ayat 112-113-Ketetapan hati

12. Surah Saidina Yusuf a.s          -Murah rezeki, pangkat tinggi
12.1 Khasiat Ayat 54-56                   -Mendapat kerja
12.2Khasiat Akhir Ayat 64   -Pendinding dan kebahagiaan hidup
12.3 Khasiat Akhir Ayat 68  -Temuduga
12.4 Khasiat Akhir Ayat 99-100      -Menghadapi kesusahan
12.5 Khasiat Ayat 101                      -Anak soleh

13. Surah Ar-Ra'd               -Pemerintah zalim -Membubar maksiat
13.1 Khasiat Ayat 1-3                       -Tumpuan ramai
13.2 Khasiat Ayat 13             -Aman dari petir
13.3 Khasiat Ayat 17-18                   -Impian menjadi kenyataan
13.4 Khasiat Ayat 18-25                   -Membinasakan orang zalim
13.5 Khasiat Ayat 28             -Penawar sakit jantung


14. Surah Saidina Ibrahim a.s     -Penawar kanak-kanak
14.1 Khasiat Ayat 1-4        -Kecerdikan dan kefasihan
14.2 Khasiat Ayat 12 -Penawar hati
-Mengubati orang yang disihir
-Aman dari gangguan nyamuk
14.3Khasiat Ayat 17  -Selusuh
14.4Khasiat Ayat 19-20        -Penawar was-was
14.5 Khasiat Ayat 24 -Berkat tanaman
14.6 Khasiat Ayat 27 -Istiqamah dalam ibadah
14.7 Khasiat Ayat 32-34       -Murah rezeki -Anak yang baik

15. Surah Al-Hijr     -Susu ibu yang berkat -Pelaris
15.1 Khasiat ayat 9
-Perlindungan dari segala bala
-Pelaris perniagaan
15.2 Khasiat ayat 16-17       -Mendapat pangkat yang tinggi disisi raja-raja

16. Surah An-Nahl
-Terpelihara dari musuh tanaman
-Membinasakan orang zalim
16.1 Khasiat ayat 1   -Penawar gelojoh, gopoh-gapah
16.2 Khasiat ayat 14 -Amalan para nelayan
16.3 Khasiat ayat 91 -Mungkir janji
16.4 Khasiat ayat 108           -Perlindungan dari diejek
16.5Khasiat ayat 126-128-Kandungan selamat

17. Surah Al-Isra'
-Supaya tembakan tepat
-Supaya fasih bercakap
-Gagap
17.1Khasiat ayat 23-24        -Supaya menjadi anak soleh
17.2Khasiat ayat 45-46        -Terpelihara dari gangguan jin
17.3Khasiat ayat 80  -Kemuliaan, menghadapi temuduga
17.4Khasiat ayat 82  -Penawar penyakit zahir dan batin
17.5Khasiat ayat 105-106-Menghilangkan was-was dan khayalan-khayalan yang karut
17.6Khasiat ayat 110            -Supaya rajin solat dan beribadah
17.7 Khasiat ayat 111           -Kegembiraan dan keamanan

18. Surah Al-Kahfi
-Bersyukur dan murah rezeki
-Perlindungan dan keberkatan
18.1 Khasiat ayat 1-5            -Rumah yang makmur lagi berkat
18.2Khasiat ayat 10  -Soleh dan taat beribadah
18.3Khasiat ayat 11 dan ayat 18     -Supaya tidur lena
18.4Khasiat ayat 39  -Murah rezeki, perlindungan, mendapat segala hajat
18.5Khasiat ayat 82  -Untuk mengetahui benda-benda yang tersembunyi
18.6Khasiat ayat 107-110-Untuk mengetahui berita orang yang hilang
-Penggerak tidur

19. Surah Saidatina Maryam a.s
-Kebaikan, keberkatan dan keamanan
19.1 Khasiat ayat 1
-Menghilangkan dukacita
-Aman dari kezaliman
19.2 Khasiat ayat 5-15          -Mendapatkan zuriat
19.3Khasiat ayat 25-26        -Subur tanaman
19.4Khasiat ayat 56-57        -Pangkat dan pengasih
19.5Khasiat ayat 83  -Membinasakan orang zalim

20. Surah Toha                      -Pinangan tidak ditolak -Bertemu jodoh
20.1 Khasiat ayat 1-8            -Pengasih
20.2 Khasiat ayat 25-28       -Kecerdikan luar biasa
20.3Khasiat ayat 105-107  -Ubat jerawat. bisul dan lain-lain
20.4Khasiat ayat 108-112           -Kanak-kanak menangis -Penunduk
20.5Khasiat ayat 131-132    -1001 hajat

21. Surah Al-Anbiya'          -Penawar ketakutan
21.1Khasiat ayat 25-29        -Membinasakan orang-orang zalim
21.2Khasiat ayat 30  -Selusuh
21.3Khasiat ayat 69  -Memadamkan kepanasan
21.4Khasiat ayat 79  -Penerang hati
21.5Khasiat ayat 83  -Penyembuhan dan kebahagiaan
21.6Khasiat ayat 87  -Segala hajat
21.7Khasiat ayat 89  -Zuriat yang soleh
21.8Khasiat ayat 91-93        -Melindungi bayi dalam kandungan
21.9 Khasiat ayat 96 -Kemenangan

22. Surah Al-Hajj     -Membinasakan musuh
22.1 Khasiat ayat 27         -Pengasih
22.2 Khasiat ayat 73-74       -Melemahkan musuh

23. Surah Al-Mu'minun    -Taufiq untuk bertambat
23.1 Khasiat ayat 12-14       -Pengasih dan zuriat
23.2 Khasiat ayat 28-29       -Aman dari segala bala dan murah rezeki
23.3 Khasiat ayat 63-65       -Membinasakan orang yang zalim
23.4 Khasiat ayat 97-98       -Penawar was-was
23.5 Khasiat ayat 115           -Penawar kerasukan

24. Surah An-Nur      -Menghindari mimpi buruk dan mengurangkan nafsu syahwat
24.1 Khasiat ayat 16-18       -Penawar penyakit mazmumah
24.2 Khasiat ayat 33-34       -Penawar zina
24.3 Khasiat ayat 35             -Pengasih, murah rezeki, penyembuhan dan lain-lain.
24.4 Khasiat ayat 40 -Aman dari gangguan binatang buas dan orang zalim.

25. Surah Al-Furqan
-Selawat dari gangguan binatang yang buas dan berbisa.
-Penawar sakit gusi.
25.1 Khasiat ayat 45-46       -Sakit gusi
25.2 Khasiat ayat 48-49       -Subur tanaman

26. Surah Asy-Syu'ara'
26.1 Khasiat ayat 10 -Menghilangkan ketakutan
26.2 Khasiat ayat 78-79       -Menghilangkan keletihan.
26.3 Khasiat ayat 130           -Penawar bias
26.4 Khasiat ayat 192-199-Harta karun

27. Surah An-Naml
-Nikmat Allah.
-Pemeliharaan dari segala jenis haiwan berbisa.
27.1 Khasiat ayat 10 -Menghilangkan ketakutan
27.2 Khasiat ayat 15-19       -Menguasai ilmu hikmat
27.3 Khasiat ayat 30-31   -Penunduk
27.4 Khasiat ayat 59-64       -Negeri yang aman makmur
27.5 Khasiat ayat 93 -Membezakan yang palsu

28. Surah Al-Qasas -Pekerja patuh dan berdisiplin
28.1 Khasiat ayat 22-28       -Selamat dari rompakan
-Penawar besar
28.2 Khasiat ayat 51-55       -Penerang hati dan keyakinan yang tinggi
28.3 Khasiat ayat 68-70       -Selamat dari hukuman yang zalim
28.4 Khasiat ayat 85 -Selamat dalam perjalanan

29. Surah Al-Ankabut        -Penawar demam, malas dan lain-lain
29.1 Khasiat ayat 46 -Mengubati sihir

30. Surah Ar-Rum   -Membinasakan orang zalim
30.1 Khasiat ayat 17 -Diampunkan dosa

31. Surah Saidina Luqman
-Sakit perut
-Tenggelam dan karam
31.1 Khasiat ayat 16 -Mengembalikan yang hilang
31.2 Khasiat ayat 31 -Selamat dari banjir
31.3 Khasiat ayat 27-28       -Kecerdikan dan kefasihan

32. Surah As-Sajdah        
32.1 Khasiat ayat 79 -Anak menjadi soleh dan taat


33. Surah Al-Ahzab            -Pengasih umum
33.1 Khasiat ayat 25 -Tidak lari
33.2 Khasiat ayat 45-48       -Ditunaikan hajat
33.3 Khasiat ayat 56 -Tidur lena
33.4 Khasiat ayat 60-66       -Musuh dibinasakan
33.5 Khasiat ayat 69         -Pengasih besar

34. Surah Saba'                   -Pendinding
34.1 Khasiat ayat 39 -Rezeki yang luas
34.2 Khasiat ayat 49-50       -Membinasakan musuh

35. Surah Fathir      -Aman dari kecurian dan gangguan jin
35.1 Khasiat ayat 2   -Murah rezeki
35.2 Khasiat ayat 16-17       -Penawar was-was
35.3 Khasiat ayat 29-30       -Pelaris dan berkat

36. Surah Yasin                   -Air Yaasin
-Ingatan yang kuat
-Keberkatan
-Ditunaikan segala hajat
36.1 Khasiat ayat 9   -Supaya musuh terkepung
36.2 Khasiat ayat 12 -Kecerdikan
36.3 Khasiat ayat 29 -Menghadapi musuh
36.4 Khasiat ayat 33 -Berkat dan subur
36.5 Khasiat ayat 53 -Menghadirkan jin
36.6 Khasiat ayat 58 -Menolak bala
-Musafir
-Menghadapi wabak
36.7 Khasiat ayat 78-79       -Penawar patah

37. Surah As-Saffat
-Terkejut dan takut
-Pendinding rumah
37.1 Khasiat ayat 1-10
-Menghadirkan raja jin
-Mengusir jin
37.2 Khasiat ayat 79 -Ular
37.3 Khasiat ayat 180           -Penutup amalan atau majlis

38. Surah Shad
38.1 Khasiat ayat 42 -Telaga yang berkat
38.2 Khasiat ayat 54 -Makanan tidak berkurangan

39. Surah Az-Zumar           -Kebaikan dan kesolehan
39.1 Khasiat ayat 67 -Terpelihara dari karam dan tenggelam
39.2 Khasiat ayat 68-69       -Menghinakan musuh

40. Surah Ghafir      -Pelaris
-Penawar penyakit dalaman
40.1 Khasiat ayat 12-17       -Buka rahsia
40.2 Khasiat ayat 44 -Menghadapi orang zalim atau penawar sakit mata

41. Surah Fussilat
-Penawar sakit mata
-Kehilangan
41.1 Khasiat ayat 11 -Hasil yang memuaskan
41.2 Khasiat ayat 36 -Terhindar dari kebimbangan dan was-was
41.3 Khasiat ayat 53-54       -Melihat melalui mimpi atau menyiksa melalui mimpi

42. Surah Asy-Syura
-Pendinding
-Tidak dahaga
42.1 Khasiat ayat 1-2            -Pendinding jasmani dan rohani
42.2 Khasiat ayat 12-15       -Mengesan bahan galian
42.3 Khasiat ayat 15 -Menghadapi musuh
42.4 Khasiat ayat 19 -Hajat dan rezeki
42.5 Khasiat ayat 52-53       -Penerang hati dan kuat ibadat

43. Surah Az-Zukhruf
-Mimpi baik
-Pelaris dan penawar
43.1 Khasiat ayat 9-14          -Kandungan sihat dan selamat
-Sesat jalan
-Penyelesaian apa-apa masalah
-Pendamai suami isteri
-Doa kenderaan
43.2 Khasiat ayat 68-73       -Menghadapi kesusahan

44. Surah Ad-Dukhan        -Aman dari segala gangguan
44.1 Khasiat ayat 1-8            -Membinasakan musuh
44.2 Khasiat ayat 12 -Ditimpa bala
44.3 Khasiat ayat 68-73       -Menang berhujah

45. Surah Al-Jasiah -Selamat dari umpatan
-Bayi yang dilindungi
45.1 Khasiat ayat 1-4            -Pelaris
45.2 Khasiat ayat 7-10     -Penunduk
45.3 Khasiat ayat 12-13       -Menarik perhatian

46. Surah Al-Ahqaf -Dikasihi dan disegani
46.1 Khasiat ayat 15 -Nikmat yang kekal
46.2 Khasiat ayat 21-25       -Membinasakan musuh
46.3 Khasiat ayat 29-30       -menghadirkan jin

47. Surah Saidina Muhammad s.a.w
-Minum air sungai syurga
-Patuh dan taat
-Penawar segala penyakit
47.1 Khasiat ayat 8-9            -Mengalahkan musuh
47.2 Khasiat ayat 34-35       -Beroleh kemenangan

48. Surah Al-Fath
-Rezeki yang luas
-Terpelihara dari segala bahaya
48.1 Khasiat ayat 1-4            -Kehebatan dan kemenangan
48.2 Khasiat ayat 29 -Kekayaan, kekuatan dan keberkatan

49. Surah Al-Hujurat         -Kerasukan
-Ibu dan anak dalam kandungan

50. Surah Qaaf                     -Sakit perut, tumbuh gigi
-Nazak
50.1 Khasiat ayat 1-11          -Tanaman subur
50.2 Khasiat ayat 21-22       -Penawar sakit mata

51. Surah Az-Zariyat          -Nazak
51.1 Khasiat ayat 22 -Murah rezeki

52. Surah At-Thur
-Terpenjara
-Musafir
-Kala Jengking

53. Surah An-Najm -Menjadi berani
53.1 Khasiat ayat 1-18          -Penawar was-was
53.2 Khasiat ayat 57-62       -Budak menangis
-Tolak bala


54. Surah Al-Qamar
-Dihormati dan kehebatan
-Selamat dari karam

55. Surah Ar-Rahman
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penawar sakit mata, limpa
-Terpelihara dari anai-anai, semut dan lain-lain
55.1 Khasiat ayat 33-35       -Pendinding, penawar gila dan penyakit-penyakit mata

56. Surah Al-Waqiah
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Menjadi kaya raya
-Keluar roh dengan mudah
-Selusuh

57. Surah Al-Hadid
-Selamat dari senjata
-Demam panas, bengkak-bengkak
57.1 Khasiat ayat 2-Penawar was-was, pendinding rumah
57.2 Khasiat ayat 25-Perompak dan musuh

58. Surah Al-Mujadalah
-Meredakan kesakitan
-Kecurian dan rompakan
-Tanaman subur
58.1 Khasiat ayat 21-Kehebatan dan kemenangan

59. Surah Al-Hasyr -Kata Imam al-Ghazali r.a
-Segala hajat
59.1 Khasiat ayat 21-24       -Membakar jin

60. Surah Al-Mumtahanah-Penawar sakit limpa, perut

61. Surah Ash-Shaf   -Musafir dan kecurian
61.1 Khasiat ayat 8-13          -Pengasih

62. Surah Al-Jumu'ah         -Terpelihara dari gangguan jin
62.1 Khasiat ayat 4   -Harta diberkati
62.2 Khasiat ayat 9-11          -Khadam beredar

63. Surah Al-Munafiquun -Mengurangkan sifat mazmumah
63.1 Khasiat Ayat 4   -Musuh insaf

64. Surah At-Taghabun     -Rumah berkat, menghadapi kezaliman

65. Surah Ath-Thalaq        -Pecah-belah
65.1 Khasiat ayat 7   -Susah rezeki

66. Surah At-Tahrim          -Insomnia
-Melepaskan hutang piutang
-Penyembuhan

67. Surah Al-Mulk
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Roh keluar
-Hadiah sejati
-Kehebatan dan ketinggian pangkat
-Sakit mata
67.1 Khasiat ayat 4   -Menangkis khianat
67.2 Khasiat ayat 23 -Sakit gusi

68. Surah Al-Qalam
-Kemiskinan
-Sakit gigi
-Penyakit lama

69. Surah Al-Haqqah
-Wanita hamil
-Pendinding bayi

70. Surah Al-Ma'arij           -Mimpi buruk

71. Surah Saidina Nuh a.s
-Tempatnya syurga
-Mudah urusan
-Menemui orang zalim

72. Surah Al-Jin
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Jin takut
-Kecurian
-Kezaliman pembesar
-Bebas dari penjara

73. Surah Al-Muzammil
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Luas rezeki
-Berjumpa Rasulullah s.a.w
-Kaya-raya

74. Surah Al-Muddatsir
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Mudah hafal Quran

75. Surah Al-Qiamah
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Wara' dan soleh

76. Surah Al-Insan
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Terang hati
-Pandai membaca
-Pendinding dari bala
76.1 Khasiat ayat 1-2-Pengasih

77. Surah Al-Mursalat
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penyakit kulit
-Pemerintah yang ditaati

78. Surah An-Naba'
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Selamat dalam perjalanan
-Mengurangkan tidur
-Kekuatan zahir dan batin

79. Surah An-Nazi'at
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Kejahatan musuh
-Mati pucuk

80. Surah 'Abasa
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Mendapat kebaikan
-Ditutup keaiban

81. Surah At-Takwir
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Pohon hajat
-Mata terang
-Barang sihir
-Perigi berkah

82. Surah Al-Infithaar
-Terkurung, terpenjara
-Menakutkan musuh
-Penawar demam

83. Surah Al-Muthaffifin-Barangan dan tanaman terpelihara

84. Surah Al-Insyiqaq
-Selusuh
-Penawar umum

85. Surah Al-Buruj
-Melepaskan susu
-Penyakit bisul
85.1 Khasiat ayat 20 -Mengelak kemalangan

86. Surah At-Thariq
-Keracunan
-Mimpi buruk
86.1 Khasiat ayat 1-7            -Sakit pinggang

87. Surah Al-A'la
-Penawar, pendinding, penerang hati
-Buasir
87.1 Khasiat ayat 1-5            -Berhenti darah

88. Surah Al-Ghasyiah       -Keracunan

89. Surah Al-Fajr                 -Ketakutan, zuriat yang soleh

90. Surah Al-Balad -Pendinding bayi
-Wang yang banyak
90.1 Khasiat ayat 1-10          -Kemuliaan dan kehebatan

91. Surah Asy-Syams          -Hilang ketakutan
-Televisyen rohani

92. Surah Al-Lail
-Mimpi buruk
-Pengsan
-Demam panas

93. Surah Ad-Dhuha
-Kota besi
-Barang hilang
-Guru ghaib

94. Surah Asy-Syarh
-Batu karang
-Kekayaan dan kebahagiaan
-Segala hajat
-Perkara ajaib
-Kuat daya ingatan
-Kefakiran

95. Surah At-Tiin
-Selamat dan berkat
-Tanaman subur

96. Surah Al-'Alaq   -Aman dalam musafir
96.1Khasiat ayat 1-5 -Kecerdikan luar biasa

97. Surah Al-Qadr
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Mengelakkan zina
-Daki bukit
-Bercakap bohong
-Cahaya zahir batin
-Tunai hajat, murah rezeki
-Musyahadah wajah Rasulullah
-Pakaian berkat
-Teman si mayat

98. Surah Al-Bayyinah
-Penyakit kuning, bengkak-bengkak
-Wanita hamil
-Penyakit berjangkit

99. Surah Al-Zalzalah
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penyakit kuning
-Penggerak tidur
-Kekayaan duniawi

100. Surah Al-'Adiyat        -Kebaikan dan rezeki yang melimpah

101. Surah Al-Qari'ah        -Rezeki dan penyembuhan

102. Surah At-Takasur
-Pahala besar
-Sakit kepala
-Orang kaya
-Penawar mujarab

103. Surah Al-'Asr   -Demam panas dan pendinding

104. Surah Al-Humazah
-Sihir
-Rezeki dan harta

105. Surah Al-Fil
-Melumpuhkan musuh
-Senjata perang
-Pendinding ma'nawi

106. Surah Quraisy
-Racun
-Was-was
-Penawar penyakit buah pinggang
-hebat

107. Surah Al-Ma'un
-Aman dari segala bala
-Perkenan hajat

108. Surah Al-Kautsar
-Air sungai syurga
-Lembut hati
-Berkat
-Mata yang sihat
-Sihir
-Sifat keji
-Penjara
-Kemenangan
-Dikurniakan hajat
-Berjumpa Rasulullah melalui mimpi
-Penyakit kulit

109. Surah Al-Kafirun
-Syirik
-Segala hajat
-Pengasih

110. Surah An-Nasr
-Menjaga solat
-Nelayan
-Alatulis ujian peperiksaan

111. Surah Al-Masad
-Binasa orang zalim
-Mengurangkan kesakitan
-Aman dari segala bala

112. Surah Al-Ikhlas
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Kepapaan
-Solat hajat
-Penawar
-Fitnah kubur
-Amalan Rasul
-Amalan hari Jumaat
-Keikhlasan

113. Surah Al-Falaq
114. Surah An-Nas
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penawar sengatan
-Penawar Sihir
-Pemerintah yang zalim
-Sesat jalan
-Pengasih

Doa Penerang Hati


Friday, 13 September 2013

Anda takut hendak bercerita perkara yang benar. Ini tip untuk anda.

Anda takut hendak bercerita perkara yang benar. Ini tip untuk anda.
Bismillahir Al-Rahman Al-Rahim. Wa bihi Nasta’in. La haula wa laa quuwata illa billaah. Rabishrahli Sadri. Wa yasirli Amri. Wahlul ‘Uqdatam milisani. Yafqahu qauli.

Siapa diantara kita di sini yang terasa amat payah untuk berucap di khalayak ramai? Mugkin ramai juga antara kita yang takut dan ada beberapa orang seperti guru sekolah yang rasa ini adalah perkara biasa. Bagi yang tidak biasa, di sini saya ada tip untuk anda.

Kita berasa amat takut untuk berjumpa dengan orang lebih-lebih lagi apabila berjumpa itu dengan orang yang amat besar pangkatnya. Apatah lagi kita jumpa itu untuk pasal hendak mencerita pasal amanah saham, kebaikan dan kelebihannya apabila melabur dengan kita.

Adalah menjadi perkara biasa untuk kita berasa takut untuk berjumpa pula dengan orang yang lebih berkuasa dan lebih berpangkat. Untuk ini kita diajarkan supaya menjadi berani. Pertama kita mesti ada sesuatu yang benar untuk disembahkan dan kedua kita kena berdoa.

Ingat dua perkara penting di sini.
1)      Kita kena ada perkara yang hendak sampaikan. Kita perlu sampaikan dengan baik dan sempurna dan dengan benar dan
2)      Kita perlu berdoa sebagai orang Islam. Berdoa itu senjata kita orang mukmin. Kita tidak hanya percaya pada diri sendiri, tetapi kita berdoa kepada Allah yang mengurniakan dengan apa yang hendak dikurniakanNya,

Doa yang saya baca tadi iaitu “Rabishrahli Sadri. Wa yasirli Amri. Wahlul ‘Uqdatam milisani. Yafqahu qauli” adalah doa Nabi Musa yang saya ambil dari Surah Taha ayat 20:25-28.

Dalam Surah Taha, Allah berfirman kepada Nabi Musa tentang mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa. Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Musa sebagai sesuatu yang benar yang datangnya dari Allah.

Kita lihat sebahgian dari surah Taha.

Allah berfirman yang bermaksud


"Dan apa (bendanya) yang di tangan kananmu itu wahai Musa?"
(Taha 20:17)

Nabi Musa menjawab: "Ini ialah tongkatku; aku bertekan atasnya semasa, berjalan, dan aku memukul dengannya daun-daun kayu supaya gugur kepada kambing-kambingku, dan ada lagi lain-lain keperluanku pada tongkat itu".(Taha 20:18)

Allah Taala berfirman: "Campakkanlah tongkatmu itu wahai Musa!" (Taha 20:19)

Lalu ia mencampakkannya, maka tiba-tiba tongkatnya itu menjadi seekor ular yang bergerak menjalar.(Taha 20:20)


Allah berfirman: "Tangkaplah akan dia, dan janganlah engkau takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya yang asal.(Taha 20:21)


"Dan kepitlah tanganmu di celah lambungmu; nescaya keluarlah ia putih bersinar-sinar dengan tidak ada cacat; sebagai satu mukjizat yang lain.(Taha 20:22)

"(Berlakunya yang demikian itu) kerana Kami hendak memperlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang besar.(Taha 20:23)
 
"Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas".(Taha 20:24)

Dalam ayay-ayat di atas, Allah memang banyak memberi kita nikmat seperti dalam cerita Nabi Musa, diberinya satu mukjizat yang besar untuk dia berjumpa dengan firaun dan berjumpa dengan segala macam tukang sihir. Sudah tentu mukjizat itu lebih besar dari ilmu-ilmu sihir yang ada.

Sekiranya anda mempunyai mukjizat seperti itu, belum pasti anda akan pergi menghadap firaun. Mungkin anda akan rasa takut. Di sini juga juga ada diceritakan mengenai adap untuk berselisih pendapat yang saya tidak ceritakan di sini.

Bukan saya mengecilkan kelebihan nabi yang ulul azmi, Nabi Musa adalah seorang yang gagap. Tiga perenggan di bawah ini saya ambil dari http://takusahrisau.wordpress.com/2011/04/05/benarkah-nabi-musa-as-gagap/

Sewaktu kecil, Musa as pernah mendiami istana Firaun laknatullah. Dalam satu peristiwa, Musa as yang kectika itu baru sahaja pandai merangkak telah diuji oleh Firaun. Ini adalah detik musibah kepada Musa as yang memberi kesan kepada lidahnya kemudian hari.

Dalam ujian itu, Firaun telah menguji Musa as dengan memberi pilihan kepada baginda antara kurma dan bara api. Pada mulanya, Musa as telah memilih kurma tetapi telah ditepis oleh Jibrail as. Ia menyebabkan Musa as mengambil bara untuk diletakkan di mulutnya. Akibatnya, Musa as meraung dan lidahnya melecur teruk dan apabila dewasa, Musa as tidak dapat mengucap sesuatu perkataan dengan elok dan sering tergagap-gagap.

Ujian daripada Firaun laknatullah itu adalah untuk menguji sama ada Musa as yang adalah seorang pembinasa kerajaannya kemudian hari atau seorang kanak-kanak biasa. Umum mengetahui bahawa Firaun telahpun bermimpi tentang seorang kanak-kanak akan muncul di kerajaannya untuk meruntuhkan empayar di bawah kekuasaannya. Dek kerana mimpi itu juga, semua bayi yang baru dilahirkan telah dibunuh dengan kejam dan Musa as adalah kanak-kanak yang bertuah kerana terselamat daripada kekejaman Firaun.

Jadi orang yang membaca ayat doa tadi, bukan sahaja boleh menjadi seseorang yang gagap supaya boleh bercakap dengan baik tetapi juga mengampaikan hujah-hujah supaya orang-orang mendengar dan dipermudahkan segala urusan dan dilapang dada.

Saya tulis balik doa tadi dan saya berikan makna terjemahannya dari http://www.surah.my

Allah berfirman,

Nabi Musa berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku, dadaku;
(Taha 20:25)

"Dan mudahkanlah bagiku, tugasku;
(Taha 20:26)

"Dan lepaskanlah simpulan dari lidahku,
(Taha 20:27)

"Supaya mereka faham perkataanku;
(Taha 20:28)

Baru semalam saya mendengar seorang rakan membaca doa tersebut dan berkata dia tidak tahu apa hendak diceritakan tetapi dia telah bertahun-tahun diminta bercakap. Mula-mula disangka tidak boleh bercakap sebab duduk di pejabat pun jarang jumpa orang tetapi bila sampai waktunya dia bercakap dia boleh pulak bercakap.

Pasal apa dia boleh berucap? “Bukankah Doa Nabi Musa Tu” saya berfikir. Ia tidak semestinya berkesan pada kali pertama tetapi jika diteruskan menjadi amalan harian kita akan lihat kesannya.

Saya sendiri memang jauh dari rakan saya tadi bila pasal berucap, apabila berucap saya tidak tahu apa yang hendak dicakap. Apabila suruh juga saya bercakap, saya bercakap lah jugak. Syukur Alhamdu lillah ada doa dari Nabi Musa yang cukup bagi saya cukup mujarab.

Jadi kita, sebagai bakal-bakal Konsultan Unit Amanah, anda tidak perlu takut kerana anda bukan buat kerja seorang-seorang tetapi dalam pasukan. Anda sekarang bolehlah membaca doa Nabi Musa a.s. untuk menjadi lebih terserlah dalam bidang pelaburan ini.

Konsultan unit amanah perlu sentiasa kemas kini, apa yang anda belajar mengenai dua sub kitaran hayat ekonomi itu benar dari hati saya, dan amatlah sukar untuk menyakinkan orang tentang keadaan gawat yang menakutkan. Untuk itu anda perlu mengambil keuntungan masa rezeki kita sedang meningkat seperti zaman sekarang ini dan memberitahu pelanggan anda masa yang tidak patut untuk melabur dalam ekuiti. Seperti  namanya, ia adalah konsep yang diambil yang perbagai sumber yang mencadangkan bahawa ada satu kitaran yang rancak diikuti oleh kitaran yang gawat yang melampau yang akan menutup kitaran pertama. Kemudiannya akan ada kitaran yang kedua yang bersifat sederhana.


Hubungi cekapsaham@yahoo.com bagi mereka yang berminat menjadi konsultan unit trust.
Dzulfariz Azman.

Friday, 19 July 2013

Amalan Mulia Di Bulan Ramadhan

Beberapa hari dari bulan Ramadan sudah pun berlalu. Sudahkah kita maksimalkan untuk memanfaatkan bulan yang lebih mulia dari sebelas bulan lainnya? Sungguh sangat merugi bagi yang menyia-nyiakan bulan Ramadan.

Dalam sebuah riwayat, Allah Ta’ala menciptakan waktu-waktu istimewa dalam skala waktu yang tertentu. Dalam satu hari, ada waktu yang diistimewakan oleh Allah iaitu sepertiga malam yang terakhir.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang bermaksud:-

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Ku ampuni’.” 
(Riwayat Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758)

Dalam satu minggu ada waktu yang diistimewakan Allah Ta’ala, iaitu hari Jumaat. Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabada:-

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at; pada hari ini Adam as diciptakan, pada hari ini (Adam Alaihissalam) dimasukkan ke dalam syurga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari syurga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini.” 
(Riwayat Muslim, no. 854)

Dalam satu bulan pun ada beberapa hari yang diistimewakan Allah Ta’ala, iaitu tiga hari (15, 16, 17) setiap bulannya. Didalamnya kita disunnahkan untuk berpuasa. Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang masa.” 
(Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai)

Terakhir adalah kelipatan setiap tahun. Dalam satu tahun ada satu bulan yang dimuliakan Allah Ta’ala. Didalamnya diturunkan Al-Quran untuk pertama kalinya. Di dalamnya pintu Syurga dibuka dan pintu Neraka ditutup. Didalamnya segala amal ibadah akan dilipatgandakan. Di dalamya jika kita panjatkan, maka akan diijabah. Tiada lain bulan tersebut adalah bulan Ramadan. Ya bulan yang kini kita sedang rasakan.

Sungguh beruntung bagi kita yang diberikan kesempatan untuk beribadah di dalam bulan Ramadan. Dalam sebuah riwayat, bahwa salah satu pintu surga ada yang bernama Ar-Rayan. Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala Allah maka diampuni dosanya yang terdahulu.”
(Riwayat Bukhari)

Dan pintu tersebut dikhususkan untuk orang- orang yang berpuasa. Selain itu, sesuai dengan akhir firman Allah la’allakum tattaquun. Sehingga hasil akhir dari puasa adalah meraih gelar taqwa. Semoga.

Ramadan seakan menjadi sarana yang paling isitmewa untuk menjadikan diri kita termasuk dari orang-orang yang bertaqwa. Bagaimana tidak? Hari demi harinya, jam demi jamnya, minit demi minitnya, detik demi detiknya menjadi waktu yang sangat istimewa dan sangat merugi kija kita lewatkan. Begitupun dengan Nabi dan para sahabatnya. Mereka tidak pernah melakukan di bulan Ramadan, kecuali amalan ibadah kepada Allah Ta’ala.

Kecintaan mereka terbukti dari kesedihan mereka ketika akan berpisah dengan bulan Ramadan. Seakan mereka ingin setiap bulan itu adalah bulan Ramadan. Selain itu terbukti dari do’a yang mereka amalkan ‘Allahumma baarik lanaa Rajaaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhan.’ Makna dari doa tersebut tiada lain adalah rasa harap akan jumpa dengan bulan Ramadan.

Di antara amalan Rasulullah pada bulan Ramadan sebagai berikut:-

1. Solat Tarawih

Tidak jauh berbeda dengan solat malam yang kita laksanakan di luar bulan Ramadhan. Perbezaannya mungkin hanya dalam pengamalannya, iaitu berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda:-

“Barangsiapa yang mendirikan Ramadhan (shalat tarawih) atas dasar iman dan kesucian, diampuni segala dosanya yang terdahulu” 
(Riwayat Bukhari)



Selain solat sunat tarawih berjama’ah, juga biasanya dilasanakan setelah shalat Isya berjama’ah.



2. Membaca Al-Quran dan terjemahannya

Allah berfirman yang bermaksud:-

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang hak dan yang bathil).” 
(Surah Al-Baqarah ayat 185)

Maka sayugianya kita memanfaatkan waktu kita di bulan Ramadan dengan membaca Al-Quran. Dalam sebuah hadist bahawa pahala setiap huruf Al-Quran yang kita baca adalah sepuluh.



Apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah, tentunya akan dilipat gandakan beberapa lipat. Selain itu jiwa dan hati mereka yang mengamalkan akan selalu dalam keadaan tenang. Rasulullah SAW bersabda:-

“Orang-orang yang berkumpul dalam masjid dan mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya bersama-sama, maka kepada mereka aan diturukan ketenengan jiwa, dilimpahkan rahmat, dikelilingi malaikat dab nereja disebut-sebut Allah di antara orang sekitarnya..” 
(Riwayat Bukhari)

3. I’tikaf di Masjid



Sebuah kegiatan yang dilaksanakan di dalam masjid. Kegiatan ini diisi dengan beberapa amalan ibadah lainnya, seperti tilawah Al-Quran, dzikir, mendirikan shalat sunnah dan lain sebagainya. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW selalu melaksanakan I’tikaf. Apalagi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Hal tersebut terlihat dari sebuah hadist yang diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW ketika menyisir, beliau hanya mengeluarkan kepalanya saja agar bisa disisirkan oleh isterinya. Sedangkan badannya masih ada di dalam masjid agar tetap dalam keadaan I’tikaf.

4. Shadaqah



Shadaqah juga merupakan salah satu amalan mulia yang sangat-sangat digalakkan oleh Islam. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:-

“Shadaqah yang paling utama (afdhal)adalah shadaqah di bulan Ramadan.” 
(HR Tirmizi)

Dalam hadist tersebut sudah jelas makna dan apa yang harus kita lakukan. Jika seperti itu, pasti di balik amalan ibadah tersebut ada pahala yang berlipat-lipat. Jadi tidak aneh lagi jika di bulan Ramadan ini, dengan mudah kita dapati orang-orang baik yang mengeluarkan hartanya untuk sedekah.



Mungkin tak usah jauh kita ke Indonesia. Di sekitar kita, khususnya di masjid-masjid, baik besar atau pun kecil akan menyediakan ma’idatu Rohman (Hidangan kasih sayang). Di jalan-jalan pun demikian. Tidak sedikit orang-orang Mesir, ketika mendekati waktu maghrib mereka bersiap di sisi jalan untuk memberikan makanan atau minuman kepada mereka yang berada dalam perjalanan (kenderaan). Serta tidak jarang, di antara kita (masisir) ada yang mendapatkan daging firah setiap hari untuk buka puasa.

Hal tersebut tiada lain, sebuah rasa sadar terhadap keberkahan Ramadan. Mereka benar-benar tak ingin tertinggalkan keberkahan bulan tersebut. Kerana mereka tahu, tidak ada jaminan untuk tahun depan kembali lagi bertemu dengan bulan suci Ramadan.

Semoga dengan mengamalkan amalan-amalan ibadah di atas dan amalan yang lainnya, kita termasuk orang-orang yang mendapatkan tujuan puasa tersebut. La’allakum tattaquun, iaitu predikat bertaqwa. Allah berfirman yang maksudnya:

“Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu” 
(Surah Al-Hujurat ayat 13)

Ketika kita bertaqwa, kita pun akan menjadi orang yang paling mulia di hadapan Allah Ta’ala. Kita lihat seseorang yang dimuliakan oleh orang tuanya. Mereka diberi sebelum meminta, kebutuhannya selalu terpenuhi, hari-harinya tak lepas dari kasih sayang, selalu dilindungi. Itu mulia di hadapan manusia, apalagi di hadapan Allah Ta’ala